Inagurasi adalah semacam kegiatan
pengenalan lingkungan kampus kepada mahasiswa baru. Konsepnya pun
berbeda disetiap jurusan di setiap kampusnya. Tempatnya ada yang di
lingkungan kampus maupun di luar kampus seperti terjun kealam tergantung
konsepnya bagaimana. Kegiatan seperti ini memang (sepenuhnya) tanggung
jawab jurusan, semenjak adanya otonomi jurusan yang diberlakukan oleh
universitas.
Dunia kampus bukan seperti dunia sekolah. Dunia kampus
itu keras, mereka dituntut harus mandiri tetapi berjiwa sosial tinggi
bahwa mereka telah masuk kedalam keluarga besar jurusannya
masing-masing.Melalui kegiatan inagurasi inilah kedekatan emosianal dan kekeluargaan itu dibangun. It’s so simple.
Kegiatan inagurasi tidak hanya sebatas games doank, ada juga beberapa
materi
yang disampaikan. Para alumni akan menyampaikan beberapa pengalamannya
tentunya di bidang akademis selama menjadi mahasiswa. Pengenalan
beberapa organisasi kampus yang dapat menunjang kreativitas mahasiswa.
Pada metode ini junior diajak berdiskusi tentang apa kegelisahan mereka
ketika pertama kali menginjakkan kaki di lingkungan kampus. Mungkin ada
didapati kejanggalan-kejanggalan ketika memasuki dunia universitas,
realita kampus tidak seperti yang dibayangkan ketika dibangku sekolah.
Mahasiswa baru akan merasa menjadi lebih akrab lagi secara emosional
sehingga senior tidak hanya sebagai kakak stambuk saja, tetapi juga bisa
sebagai "pengayom" bagi mereka.Walaupun pada kenyataannya, banyak oknum
senior yang menakuti dan membodohi juniornya selama tahun pertama
dengan mengatas-namakan jurusan.
Asumsi masyarakat inagurasi adalah ajang perpeloncoan,
penindasan, intimidasi, dan kekerasaan. Banyak peristiwa belakangan ini
yang menjadi permasalahan antar pihak birokrasi dengan masyarkat.
Itu di karenakan adanya beberapa kasus yang memakan korban sampai
meninggal, peserta yang sakit setelah tidak tidur selama 2 malam
mengikuti acara, dan kasus pelecehan terhadap peserta wanita yang di
halalkan oknum panitia atas nama inagurasi. Kebanyakan konsep yang di
gunakan bukanlah konsep yang intelektual yang seharusnya menjadi ciri kegiatan mahasiswa, tapi kebanyakan memakai konsep yang tidak manusiawi dengan mengatas-namakan pembentukan karakter!! Konsep yang seperti inilah yang menimbulkan dendam para junior.
Kepanitian
harus jeli melihat oknum-oknum yang tidak sepaham dengan tujuan
Innagurasi yang sebenarnya itu. Namun kenyataannya tidak yang seperti
diharapkan, bukannya memikirkan solusinya, pihak Perguruan Tinggi
melalui Departemen Pendidikan malah “mengharamkan” inagurasi. Walaupun
demikian masih banyak praktik-praktik inagurasi dilaksanakan setiap
tahunnya. Ada yang atas persetujuan jurusan dan ada yang “ilegal”
adilah pemikir berjuang, yang berpikir untuk kebaikan, yang berjuang
secara intelektual, cerdas, elegan, bermoral dan berpegang teguh pada
nilai ajaran agama. Tingkatkan kebersamaan melalui inagurasi, jangan
timbulkan rasa dendam pada tiap generasi.
Semoga tulisan ini bermanfaat untuk semuanya...Salam Damai