Senin, 15 Agustus 2016

 

  Inagurasi adalah semacam kegiatan pengenalan lingkungan kampus kepada mahasiswa baru. Konsepnya pun berbeda disetiap jurusan di setiap kampusnya. Tempatnya ada yang di lingkungan kampus maupun di luar kampus seperti terjun kealam tergantung konsepnya bagaimana. Kegiatan seperti ini memang (sepenuhnya) tanggung jawab jurusan, semenjak adanya otonomi jurusan yang diberlakukan oleh universitas.  

Dunia kampus bukan seperti dunia sekolah. Dunia kampus itu keras, mereka dituntut harus mandiri tetapi berjiwa sosial tinggi bahwa mereka telah masuk kedalam keluarga besar jurusannya masing-masing.Melalui kegiatan inagurasi inilah kedekatan emosianal dan kekeluargaan itu dibangun. It’s so simple.

Kegiatan inagurasi tidak hanya sebatas games doank, ada juga beberapa materi yang disampaikan. Para alumni akan menyampaikan beberapa pengalamannya tentunya di bidang akademis selama menjadi mahasiswa. Pengenalan beberapa organisasi kampus yang dapat menunjang kreativitas mahasiswa. Pada metode ini junior diajak berdiskusi tentang apa kegelisahan mereka ketika pertama kali menginjakkan kaki di lingkungan kampus. Mungkin ada didapati kejanggalan-kejanggalan ketika memasuki dunia universitas, realita kampus tidak seperti yang dibayangkan ketika dibangku sekolah. Mahasiswa baru akan merasa menjadi lebih akrab lagi secara emosional sehingga senior tidak hanya sebagai kakak stambuk saja, tetapi juga bisa sebagai "pengayom" bagi mereka.Walaupun pada kenyataannya, banyak oknum senior yang menakuti dan membodohi juniornya selama tahun pertama dengan mengatas-namakan jurusan.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz9Z5MhRR8my1DwssI59N8k8p6aqoXayoUk6gf1aWkG2K1wZnunQgJ9uT9v552rgOmVdKnlUSsY87yGL97ipO2F-mHU1Rz1cN-UZ4fXJVR6ZhYdLmBVyGoidBgNHpZgzAQCH0ytaS-r2Tk/s1600/jbk.jpg

Asumsi masyarakat inagurasi adalah ajang perpeloncoan, penindasan, intimidasi, dan kekerasaan. Banyak peristiwa belakangan ini yang menjadi permasalahan antar pihak birokrasi dengan masyarkat. Itu di karenakan adanya beberapa kasus yang memakan korban sampai meninggal, peserta yang sakit setelah tidak tidur selama 2 malam mengikuti acara, dan kasus pelecehan terhadap peserta wanita yang di halalkan oknum panitia atas nama inagurasi. Kebanyakan konsep yang di gunakan bukanlah konsep yang intelektual yang seharusnya menjadi ciri kegiatan mahasiswa, tapi kebanyakan memakai konsep yang tidak manusiawi dengan mengatas-namakan pembentukan karakter!! Konsep yang seperti inilah yang menimbulkan dendam para junior.

Kepanitian harus jeli melihat oknum-oknum yang tidak sepaham dengan tujuan Innagurasi yang sebenarnya itu. Namun kenyataannya tidak yang seperti diharapkan, bukannya memikirkan solusinya, pihak Perguruan Tinggi melalui Departemen Pendidikan malah “mengharamkan” inagurasi. Walaupun demikian masih banyak praktik-praktik inagurasi dilaksanakan setiap tahunnya. Ada yang atas persetujuan jurusan dan ada yang “ilegal”

adilah pemikir berjuang, yang berpikir untuk kebaikan, yang berjuang secara intelektual, cerdas, elegan, bermoral dan berpegang teguh pada nilai ajaran agama. Tingkatkan kebersamaan melalui inagurasi, jangan timbulkan rasa dendam pada tiap generasi.

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk semuanya...Salam Damai